Snapdragon 7s Gen 4 vs 7 Gen 3: Review Performa dan Perbandingan Lengkap
Snapdragon 7s Gen 4 vs 7 Gen 3 memberikan gambaran jelas mengenai peta kekuatan chipset kelas menengah Qualcomm untuk performa dan efisiensi.
Perbandingan Snapdragon 7s Gen 4 vs 7 Gen 3 menjadi topik yang sangat relevan bagi pengguna smartphone di Indonesia, terutama mereka yang mencari perangkat di kategori mid-range atau kelas menengah. Qualcomm terus memperbarui lini produknya dengan menghadirkan chipset yang lebih baru, namun dalam dunia teknologi, angka generasi yang lebih tinggi tidak selalu berarti keunggulan mutlak di segala sisi. Kehadiran Snapdragon 7s Gen 4 diposisikan sebagai versi yang lebih terjangkau dari seri 7 Gen 4 standar, namun ia harus berhadapan dengan Snapdragon 7 Gen 3 yang sudah lebih dulu membuktikan taringnya di pasar.
Dalam ekosistem perangkat mobile, chipset adalah otak yang menentukan seberapa lancar aplikasi berjalan, seberapa baik kualitas foto yang dihasilkan, hingga seberapa stabil koneksi internet saat digunakan untuk bekerja atau bermain game. Banyak pengguna yang berasumsi bahwa chipset keluaran tahun 2025 pasti jauh lebih baik daripada keluaran 2023. Namun, melalui analisis mendalam terhadap Snapdragon 7s Gen 4 vs 7 Gen 3, kita akan melihat bahwa setiap chipset memiliki segmentasi dan keunggulan spesifik yang mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan harian Anda.
Analisis Arsitektur CPU dan Efisiensi Daya
Melihat lembar spesifikasi teknis Snapdragon 7s Gen 4 vs 7 Gen 3, perbedaan mendasar terletak pada arsitektur inti CPU yang digunakan. Snapdragon 7s Gen 4 menggunakan konfigurasi core yang lebih modern dengan basis Cortex-A720 untuk performa tinggi dan Cortex-A520 untuk efisiensi. Secara teori, penggunaan arsitektur yang lebih baru ini memberikan instruksi per siklus yang lebih baik, sehingga tugas berat dapat diselesaikan dengan konsumsi daya yang lebih optimal. Kecepatan clock pada inti utamanya mencapai 2.7 GHz, sedikit lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.
Di sisi lain, Snapdragon 7 Gen 3 mengandalkan Cortex-A715 dan Cortex-A510. Meskipun secara generasi berada di bawah seri 7s terbaru, implementasi pada chipset ini sangat matang. Arsitektur Cortex-A715 pada 7 Gen 3 berjalan pada kecepatan 2.63 GHz. Walaupun angka clock speed murni terlihat kalah tipis, optimasi sistem pada perangkat yang menggunakan chipset ini seringkali memberikan stabilitas suhu yang sangat baik. Keduanya diproduksi menggunakan proses fabrikasi 4nm dari TSMC, yang saat ini masih menjadi standar emas untuk keseimbangan antara performa tinggi dan suhu yang terjaga.

Benchmark Snapdragon 7s Gen 4 vs 7 Gen 3: Siapa yang Unggul?
Pengujian melalui aplikasi benchmark memberikan gambaran objektif mengenai potensi mentah dari kedua chipset ini. Berdasarkan data pengujian pada perangkat seperti POCO M8 Pro yang menggunakan seri 7s terbaru dan OnePlus Nord CE 4 yang menggunakan seri 7 Gen 3, terlihat persaingan yang cukup ketat. Pada pengujian Geekbench 6, Snapdragon 7s Gen 4 berhasil mencatatkan skor single-core sebesar 1.231 dan multi-core sebesar 3.257. Skor ini menunjukkan peningkatan tipis dibandingkan Snapdragon 7 Gen 3 yang meraih skor 1.154 untuk single-core dan 3.018 untuk multi-core.
Namun, kejutan muncul saat kita melihat pengujian grafis melalui AnTuTu v10. Meskipun secara total skor Snapdragon 7s Gen 4 sedikit lebih tinggi di angka 838.402 dibandingkan 819.655 milik 7 Gen 3, sektor GPU justru berkata lain. Skor GPU Snapdragon 7 Gen 3 mencapai 256.584, yang mana sekitar 21 persen lebih tinggi dibandingkan skor GPU Snapdragon 7s Gen 4 yang hanya berada di angka 211.590. Hal ini menandakan bahwa meskipun seri 7s memiliki CPU yang lebih kuat untuk multitasking, seri 7 Gen 3 non-s masih memegang kendali dalam hal pengolahan grafis murni.

Performa Gaming dan Kemampuan Grafis Adreno
Bagi para gamer mobile, aspek GPU adalah hal yang paling krusial dalam perbandingan Snapdragon 7s Gen 4 vs 7 Gen 3 ini. Snapdragon 7s Gen 4 menggunakan Adreno 810, sebuah penamaan yang mengesankan namun memiliki karakteristik frekuensi yang lebih disesuaikan untuk efisiensi. Sementara itu, Snapdragon 7 Gen 3 menggunakan Adreno 720 yang memiliki frekuensi kerja lebih tinggi dan unit komputasi yang lebih cepat. Dalam penggunaan nyata, ini berarti Snapdragon 7 Gen 3 mampu memberikan frame rate yang lebih stabil pada pengaturan grafis tinggi di game populer seperti Mobile Legends atau Genshin Impact.
Selain kecepatan mentah, dukungan fitur Snapdragon Elite Gaming pada kedua chipset ini memastikan pengalaman bermain yang imersif. Fitur ini membantu dalam optimasi rendering dan responsivitas layar. Namun, dengan keunggulan skor GPU yang mencapai 21 persen, Snapdragon 7 Gen 3 tetap menjadi pilihan yang lebih logis bagi mereka yang memprioritaskan aktivitas gaming berat sebagai kegiatan utama di smartphone mereka.

Kemampuan Multimedia dan Perekaman Video
Sektor kamera seringkali menjadi pembeda yang signifikan antara chipset kelas atas dan kelas menengah. Dalam perbandingan Snapdragon 7s Gen 4 vs 7 Gen 3, keduanya mendukung sensor kamera hingga 200 MP berkat penggunaan Qualcomm Spectra ISP. Ini memungkinkan produsen smartphone untuk menyematkan sensor besar yang mampu menangkap detail tinggi baik di siang maupun malam hari. Dukungan AI melalui Hexagon NPU juga hadir di kedua chipset untuk membantu pemrosesan gambar, pengurangan noise, dan fitur bokeh yang lebih rapi.
Perbedaan yang cukup mencolok ditemukan pada kemampuan perekaman video. Snapdragon 7 Gen 3 mendukung perekaman video hingga resolusi 4K pada 60 fps, yang memberikan hasil video sangat halus dan profesional. Di sisi lain, Snapdragon 7s Gen 4 justru dibatasi pada resolusi 4K dengan 30 fps saja. Bagi kreator konten atau pengguna yang sering mengabadikan momen dalam bentuk video, dukungan 60 fps pada Snapdragon 7 Gen 3 merupakan keunggulan mutlak yang sulit diabaikan meskipun chipset ini adalah model yang lebih lama.
Konektivitas 5G dan Kecepatan Internet
Di era digital yang serba cepat, kecepatan internet menjadi kebutuhan primer. Snapdragon 7 Gen 3 dilengkapi dengan modem Snapdragon X63 5G yang mampu mencapai kecepatan unduh maksimal hingga 5 Gbps. Angka ini jauh melampaui Snapdragon 7s Gen 4 yang memiliki batas kecepatan unduh puncak di 2.9 Gbps. Meskipun di Indonesia kecepatan 5G belum mencapai batas maksimal tersebut, memiliki headroom atau batas atas yang lebih tinggi memberikan jaminan masa depan yang lebih baik bagi perangkat Anda.
Untuk konektivitas nirkabel lainnya, kedua chipset ini sudah sangat modern dengan dukungan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.4. Keduanya juga mendukung teknologi Snapdragon Sound untuk kualitas audio nirkabel yang lebih jernih dan minim latensi. Dalam penggunaan sehari-hari seperti streaming video berkualitas tinggi atau melakukan panggilan video tanpa hambatan, kedua chipset ini dipastikan mampu memberikan performa yang sangat memuaskan tanpa kendala berarti.
Memilih antara kedua chipset ini sangat bergantung pada bagaimana Anda menggunakan smartphone setiap hari. Snapdragon 7s Gen 4 adalah pilihan yang sangat cerdas jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu untuk multitasking aplikasi produktivitas, browsing, dan menginginkan perangkat dengan arsitektur CPU terbaru yang efisien. Namun, jika Anda adalah seorang gamer atau penikmat multimedia yang sering merekam video berkualitas tinggi, Snapdragon 7 Gen 3 justru menawarkan nilai lebih yang sulit ditandingi oleh seri 7s terbaru. Memahami perbedaan teknis ini akan membantu Anda mendapatkan perangkat yang paling sesuai dengan anggaran dan kebutuhan jangka panjang.