Review OPPO A6x: Baterai 6500 mAh, Layar 120Hz, dan Fokus Daya Tahan
Review OPPO A6x membahas performa harian, layar 120Hz, baterai 6500 mAh, serta sejumlah kompromi di kamera dan pengisian daya.
OPPO A6x resmi hadir sebagai penerus seri A5x dengan pendekatan yang cukup berbeda. Alih-alih berfokus pada kamera, OPPO justru menempatkan daya tahan baterai, layar mulus, dan efisiensi performa sebagai nilai jual utama. Strategi ini menempatkan OPPO A6x sebagai perangkat entry-level yang lebih cocok untuk penggunaan intensif sepanjang hari dibanding kebutuhan fotografi atau multimedia tingkat lanjut.
Dengan rentang harga mulai dari Rp1,5 jutaan hingga Rp2,6 jutaan tergantung varian RAM dan penyimpanan, OPPO A6x menawarkan fleksibilitas pilihan yang cukup luas. Namun, spesifikasi di atas kertas tetap perlu dilihat secara menyeluruh untuk memahami posisi sebenarnya di kelas entry.
Desain dan ketahanan fisik
OPPO A6x tampil dengan pendekatan desain yang sederhana namun rapi. Bagian belakangnya menggunakan tekstur Petal Bloom matte yang tidak mudah meninggalkan sidik jari dan terasa nyaman digenggam. Pilihan warna seperti Violet Purple, Plum Purple, dan Ice Blue memberi kesan modern tanpa terlihat berlebihan.
Keunggulan penting ada pada sertifikasi IP64, yang berarti ponsel ini tahan debu dan percikan air. Di kelas harga satu jutaan, fitur ini masih tergolong jarang dan relevan untuk pengguna dengan mobilitas tinggi, seperti pekerja lapangan atau pengendara harian.
Layar besar dengan refresh rate tinggi
OPPO A6x dibekali layar IPS LCD 6,75 inci dengan refresh rate 120 Hz. Pergerakan antarmuka terasa mulus saat scrolling atau berpindah aplikasi, terutama jika dibandingkan layar 60 Hz yang masih umum di segmen ini.
Tingkat kecerahan mencapai 1.125 nit dalam High Brightness Mode, membuat tampilan tetap terbaca di luar ruangan. Meski resolusinya masih HD, kombinasi kecerahan tinggi dan refresh rate cepat membuat pengalaman visual tetap nyaman untuk penggunaan harian.
Baterai 6500 mAh sebagai daya tarik utama
Salah satu fokus utama OPPO A6x adalah baterai. Dengan kapasitas 6500 mAh, daya tahan menjadi nilai jual paling kuat. Penggunaan harian seperti media sosial, navigasi, dan komunikasi dapat dijalani tanpa kekhawatiran kehabisan daya.
Dalam penggunaan intensif, konsumsi baterai tergolong stabil dan suhu bodi tetap terjaga. Kapasitas ini menjadikan OPPO A6x cocok untuk pengguna yang membutuhkan ponsel aktif seharian tanpa sering mengisi ulang.
Performa harian dengan Snapdragon 685
OPPO A6x menggunakan Qualcomm Snapdragon 685 berbasis fabrikasi 6 nm. Chipset ini dikenal efisien dan stabil untuk aktivitas ringan hingga menengah, seperti media sosial, streaming, dan multitasking dasar.
Skor AnTuTu berada di kisaran 429 ribuan, cukup kompetitif di kelasnya. Kinerja terasa konsisten untuk penggunaan jangka panjang, terutama dipadukan dengan sistem optimasi ColorOS. Namun, varian RAM 4 GB terasa kurang ideal untuk multitasking intensif dan lebih cocok untuk penggunaan dasar.
Penyimpanan UFS 2.2
Keputusan OPPO menggunakan penyimpanan UFS 2.2 patut diapresiasi. Dibanding eMMC, respons sistem terasa lebih cepat saat membuka aplikasi, memindahkan file, atau memuat galeri. Ini menjadi salah satu aspek yang meningkatkan kenyamanan penggunaan harian.
Kamera dan pengisian daya sebagai kompromi
Di sektor kamera, OPPO A6x hanya mengandalkan sensor utama 13 MP, turun dibanding pendahulunya. Hasil foto masih memadai untuk dokumentasi dasar, tetapi kurang ideal untuk kebutuhan fotografi kreatif atau kondisi minim cahaya.
Pengisian daya juga menjadi kompromi lain. Dengan daya 15W, waktu pengisian terasa lama mengingat kapasitas baterai yang besar. Pengguna tidak bisa mengandalkan pengisian singkat saat terburu-buru.
Audio dan fleksibilitas penggunaan
Konfigurasi speaker mono membuat pengalaman multimedia terasa biasa saja. Selain itu, penggunaan slot SIM hybrid memaksa pengguna memilih antara dua kartu SIM atau satu SIM dengan microSD.
Secara keseluruhan, OPPO A6x adalah ponsel entry-level dengan fokus yang jelas. Daya tahan baterai, layar mulus, dan stabilitas performa menjadi kekuatan utama, sementara kamera, audio, dan kecepatan pengisian menjadi area kompromi. Karakter ini menjadikannya relevan bagi pengguna yang mengutamakan ketahanan dan kepraktisan dibanding fitur hiburan atau fotografi.