Perbandingan Snapdragon 685 vs MediaTek Helio G85 dari CPU, GPU, hingga Benchmark
Snapdragon 685 dan Helio G85 sama-sama chipset entry level 4G. Simak perbandingan arsitektur, grafis, multimedia, konektivitas, dan benchmark keduanya.
Snapdragon 685 dan MediaTek Helio G85 kerap ditempatkan pada posisi yang sama, meski jarak waktu rilis keduanya terpaut cukup jauh. Helio G85 diperkenalkan pada 2020 dan sempat menjadi andalan ponsel entry level, sementara Snapdragon 685 hadir pada 2023 dengan pendekatan teknologi yang lebih baru. Hingga kini, keduanya masih digunakan pada banyak perangkat terjangkau, membuat perbandingan keduanya tetap relevan.
Meski sama-sama menyasar segmen entry level berbasis 4G, karakter yang ditawarkan kedua chipset ini tidak sepenuhnya identik. Snapdragon 685 unggul di atas kertas berkat proses fabrikasi yang lebih modern, sedangkan Helio G85 masih memiliki daya tarik lewat stabilitas grafis dan kemampuan multimedia tertentu.
Arsitektur CPU dan proses manufaktur
Perbedaan paling mendasar terlihat pada proses fabrikasi. Snapdragon 685 dibuat dengan manufaktur 6 nm, sementara Helio G85 masih bertahan di 12 nm. Fabrikasi yang lebih kecil memberi Snapdragon 685 keunggulan dalam efisiensi daya dan pengelolaan panas.
Namun dari sisi arsitektur CPU, Helio G85 justru menggunakan inti yang lebih baru. Chipset ini mengandalkan dua core Cortex A75 untuk performa dan enam core Cortex A55 untuk efisiensi. Snapdragon 685 menggunakan Cortex A73 sebagai inti performa dan Cortex A53 untuk efisiensi, yang secara generasi berada satu tingkat di bawah.
Keunggulan Snapdragon 685 muncul dari konfigurasi dan kecepatan clock. Chipset ini memiliki empat core performa dengan clock hingga 2,8 GHz, ditemani empat core efisiensi 1,9 GHz. Helio G85 mengandalkan dua core performa di 2,0 GHz dan enam core efisiensi di 1,8 GHz. Dalam praktiknya, Snapdragon 685 lebih unggul pada beban kerja CPU intensif jangka pendek.
GPU dan kemampuan grafis
Di sektor grafis, Helio G85 menggunakan Mali-G52 MP2 dengan arsitektur Bifrost dan frekuensi hingga 1.000 MHz. Snapdragon 685 mengandalkan Adreno 610 dengan frekuensi lebih tinggi, sekitar 1.260 MHz.
Secara komputasi, GPU Snapdragon 685 memiliki keunggulan yang cukup jelas. Hal ini tercermin dari skor FLOPS yang lebih tinggi, menandakan kemampuan lebih baik dalam memproses grafis dan beban komputasi ringan berbasis GPU. Namun, Helio G85 dikenal memiliki optimalisasi grafis yang lebih stabil, terutama untuk penggunaan berkelanjutan seperti gaming kasual dalam durasi panjang.
Perbedaan ini membuat Snapdragon 685 terlihat lebih unggul di atas kertas, sementara Helio G85 tetap kompetitif dalam penggunaan nyata dengan frame rate yang relatif konsisten.
Dukungan memori dan penyimpanan
Kedua chipset sudah mendukung RAM LPDDR4x, standar umum di kelas entry. Snapdragon 685 menawarkan frekuensi RAM lebih tinggi hingga 2133 MHz dengan bandwidth yang lebih besar. Helio G85 berada di 1800 MHz, yang secara teori sedikit tertinggal dalam multitasking.
Untuk penyimpanan, Snapdragon 685 sudah mendukung UFS 2.2. Helio G85 juga mendukung UFS 2.2, namun masih kompatibel dengan eMMC 5.1. Fleksibilitas ini membuat Helio G85 lebih sering dipasangkan dengan penyimpanan eMMC pada ponsel murah, sementara Snapdragon 685 cenderung hadir dengan konfigurasi memori yang lebih modern.
Multimedia dan tampilan
Di sektor multimedia, kedua chipset menonjol di aspek yang berbeda. Snapdragon 685 mendukung kamera hingga 108 MP, memberikan ruang bagi produsen untuk menghadirkan resolusi tinggi pada ponsel entry. Helio G85 dibatasi hingga 48 MP.
Sebaliknya, Helio G85 unggul dalam perekaman video dengan dukungan hingga 2K 30 fps, sementara Snapdragon 685 dibatasi pada 1080p 60 fps. Perbedaan ini membuat Helio G85 lebih fleksibel untuk kebutuhan video resolusi lebih tinggi, meski frame rate Snapdragon 685 lebih mulus di resolusi Full HD.
Resolusi layar yang didukung keduanya berada di kisaran Full HD+, cukup untuk kebutuhan ponsel entry saat ini.
Konektivitas jaringan
Keduanya masih terbatas pada jaringan 4G LTE. Helio G85 menggunakan LTE Cat.7 dengan kecepatan unduh hingga 300 Mbps. Snapdragon 685 sudah menggunakan LTE Cat.13, memungkinkan kecepatan unduh hingga 390 Mbps dan unggah 150 Mbps.
Untuk konektivitas nirkabel, perbedaannya relatif kecil. Snapdragon 685 mendukung Bluetooth 5.2, sedangkan Helio G85 berada di Bluetooth 5.0. Dalam penggunaan harian, perbedaan ini tidak terlalu terasa.
Hasil benchmark sintetis
Pada pengujian AnTuTu v10, Snapdragon 685 mencatat skor sekitar 349 ribuan, lebih tinggi dibanding Helio G85 yang berada di kisaran 262 ribuan. Keunggulan Snapdragon 685 terlihat di hampir semua sub-skor.
Pengujian Geekbench 6 juga menunjukkan Snapdragon 685 unggul pada skor single-core dan multi-core. Namun, pada 3DMark Wild Life, Helio G85 justru mencatat skor lebih tinggi, menandakan stabilitas GPU yang lebih baik untuk penggunaan jangka panjang.
Posisi dan relevansi saat ini
Snapdragon 685 menawarkan pendekatan yang lebih modern dengan efisiensi daya, performa CPU tinggi, dan dukungan memori yang lebih cepat. Chipset ini cocok untuk ponsel entry yang menonjolkan responsivitas sistem dan spesifikasi di atas kertas.
Helio G85, meski lebih tua, masih relevan berkat stabilitas grafis, dukungan perekaman video resolusi lebih tinggi, dan fleksibilitas konfigurasi biaya. Hal ini menjelaskan mengapa chipset ini masih banyak digunakan pada ponsel entry hingga saat ini.
Secara keseluruhan, Snapdragon 685 dan Helio G85 berada di kelas yang sama dengan fokus berbeda. Snapdragon 685 unggul secara teknis dan efisiensi, sementara Helio G85 menawarkan kestabilan dan kemampuan multimedia yang masih kompetitif di segmen entry level.