Review Pengiriman TV Global Desember 2025: TCL Resmi Geser Dominasi Samsung
Pengiriman TV global Desember 2025 mencatat sejarah baru dengan keberhasilan TCL menyalip posisi Samsung di puncak pasar televisi dunia.
Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengenai pengiriman TV global Desember 2025 menunjukkan adanya pergeseran peta kekuatan yang sangat signifikan di industri layar kaca dunia. Untuk pertama kalinya dalam periode yang cukup panjang, raksasa elektronik asal Tiongkok, TCL, berhasil menempati posisi pertama sebagai pengirim televisi terbanyak di dunia. Pencapaian ini menandai tonggak sejarah penting bagi perusahaan tersebut dalam upayanya menantang dominasi Samsung yang selama ini dikenal sebagai pemimpin pasar yang sulit goyah.
Analisis Data Pengiriman TV Global Desember 2025
Berdasarkan data statistik yang dirilis, angka pengiriman TV global Desember 2025 memperlihatkan bahwa TCL mengalami lonjakan pengiriman sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau Year-on-Year. Dengan pertumbuhan yang agresif tersebut, TCL kini menguasai pangsa pasar sebesar 16 persen secara global. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi distribusi yang efektif serta penetrasi produk yang kuat di berbagai wilayah berkembang.
Di sisi lain, Samsung yang selama ini memegang takhta utama harus rela turun ke posisi kedua. Meskipun Samsung sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan pengiriman sebesar 8 persen secara tahunan, pangsa pasar mereka berada di angka 13 persen untuk bulan Desember tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Samsung tetap tumbuh, akselerasi yang dilakukan oleh TCL jauh lebih cepat sehingga mampu melampaui volume pengiriman sang pemimpin pasar asal Korea Selatan tersebut.

Strategi Produk dan Penetrasi Pasar Regional
Keberhasilan dalam pengiriman TV global Desember 2025 oleh TCL didorong oleh performa penjualan yang sangat kuat di wilayah Asia Pasifik, Tiongkok, dan Timur Tengah. Permintaan yang tinggi di kawasan tersebut berhasil menutupi melemahnya permintaan pasar di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat. Strategi TCL yang fokus pada penyediaan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif terbukti sangat relevan dengan kebutuhan konsumen di wilayah yang sedang berkembang pesat.
TCL secara cerdas memanfaatkan segmen pasar menengah dan anggaran terbatas melalui peluncuran produk seperti T7 Series. Smart TV ini menawarkan resolusi 4K QLED yang sangat diminati karena memberikan keseimbangan antara harga dan kualitas visual. Selain itu, perusahaan juga tidak meninggalkan segmen premium dengan mempromosikan model high-end seperti QM8K dan QM9K yang mengusung teknologi Mini LED TCL. Melalui penetapan harga promosi yang agresif selama musim libur akhir tahun, model premium ini mendapatkan sambutan positif dari konsumen yang mencari alternatif televisi berkualitas tinggi.

Persaingan Samsung dan TCL di Kuartal Keempat
Meskipun TCL memimpin pada bulan Desember, peta persaingan Samsung dan TCL secara keseluruhan di kuartal keempat tahun 2025 masih menunjukkan keunggulan tipis bagi Samsung. Selama periode tiga bulan terakhir tahun tersebut, Samsung masih mengirimkan televisi sekitar 2 persen lebih banyak dibandingkan TCL. Kekuatan Samsung di pasar Amerika Utara dan Amerika Selatan menjadi faktor kunci yang menjaga posisi mereka tetap kompetitif di level kuartalan.
Namun, Samsung menghadapi tantangan besar di wilayah Eropa Barat dan Timur Tengah yang mengalami penurunan performa. Hal ini menjadi sinyal bagi Samsung untuk mengevaluasi strategi pemasaran mereka di wilayah tersebut agar tidak terus tergerus oleh kompetitor. Sementara itu, Hisense yang menempati posisi ketiga pada bulan Desember justru mengalami penurunan pengiriman yang cukup drastis sebesar 23 persen secara tahunan, yang sebagian besar disebabkan oleh menyusutnya pasar televisi di Tiongkok.
Masa Depan Teknologi Mini LED TCL dan Ekspansi Premium
Ambisi TCL untuk terus menekan dominasi Samsung tampaknya akan semakin kuat di masa depan. Salah satu langkah strategis yang patut diperhatikan adalah rencana kemitraan dengan merek Bravia milik Sony yang diperkirakan akan rampung pada Maret 2026. Kolaborasi ini menempatkan TCL dalam posisi yang sangat strategis untuk merambah pasar televisi premium secara lebih mendalam, sebuah wilayah yang selama ini didominasi oleh Samsung dengan jajaran produk OLED dan TV 8K mereka.
Jika TCL berhasil memanfaatkan reputasi Sony di segmen premium dan menggabungkannya dengan efisiensi produksi mereka, dinamika pasar televisi global bisa berubah secara permanen. Penggunaan teknologi Mini LED TCL yang semakin matang diprediksi akan menjadi senjata utama dalam menawarkan kualitas visual yang setara dengan teknologi panel lainnya namun dengan harga yang lebih rasional bagi konsumen luas.
Pencapaian dalam pengiriman TV global Desember 2025 ini mungkin saja bersifat sementara jika dilihat dari kacamata bulanan, namun tren pertumbuhannya menunjukkan arah yang sangat jelas. Dengan kombinasi strategi harga yang tepat, pemilihan waktu permintaan regional yang akurat, serta potensi ekspansi ke pasar premium, posisi Samsung sebagai pemimpin pasar televisi dunia kini tidak lagi seaman tahun tahun sebelumnya. Para pengguna di berbagai negara termasuk dalam pasar Smart TV Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan perangkat berkualitas dengan fitur canggih yang semakin terjangkau.