OpenAI Pensiunkan GPT-4o Secara Resmi Meski Diprotes Ribuan Pengguna Melalui Petisi

OpenAI pensiunkan GPT-4o secara resmi meskipun lebih dari 22.000 pengguna menandatangani petisi untuk mempertahankan model AI yang dianggap emosional tersebut.

OpenAI Pensiunkan GPT-4o Secara Resmi Meski Diprotes Ribuan Pengguna Melalui Petisi (Photo: OpenAI, Gizmochina)
OpenAI Pensiunkan GPT-4o Secara Resmi Meski Diprotes Ribuan Pengguna Melalui Petisi (Photo: OpenAI, Gizmochina)

Langkah OpenAI pensiunkan GPT-4o secara resmi memicu gelombang protes besar dari komunitas pengguna setia di seluruh dunia yang merasa kehilangan asisten digital favorit mereka. Keputusan ini diambil meskipun terdapat desakan kuat dari ribuan orang yang tergabung dalam gerakan digital untuk mempertahankan model tersebut. GPT-4o selama ini dikenal bukan sekadar mesin penjawab, melainkan model AI yang memiliki gaya bicara hangat, gaya percakapan yang natural, dan resonansi emosional yang unik bagi para penggunanya.

Meskipun ada petisi di Change.org yang berhasil mengumpulkan lebih dari 22.000 tanda tangan, OpenAI tetap teguh pada pendiriannya untuk menghentikan operasional model ini. Perusahaan riset kecerdasan buatan tersebut menyatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada data penggunaan yang sangat rendah, di mana hanya sekitar 0,1 persen dari total basis pengguna yang masih aktif berinteraksi dengan model tersebut. Fokus perusahaan kini sepenuhnya beralih pada pengembangan dan skalabilitas model AI OpenAI terbaru yang diklaim jauh lebih canggih dan aman.

Alasan OpenAI Pensiunkan GPT-4o dan Fokus ke Model Terbaru

Keputusan OpenAI pensiunkan GPT-4o bukan tanpa pertimbangan teknis yang matang. Dalam keterangannya, perusahaan menekankan pentingnya evolusi teknologi dengan memperkenalkan GPT-5.1 dan GPT-5.2 sebagai standar baru dalam ekosistem mereka. OpenAI berargumen bahwa mempertahankan model lama yang jarang digunakan hanya akan menghambat efisiensi sumber daya komputasi yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pengembangan fitur-fitur masa depan yang lebih inklusif dan bertenaga.

Ini sebenarnya bukan kali pertama OpenAI mencoba untuk menghentikan layanan GPT-4o. Pada tahun 2025, perusahaan sempat menghadapi reaksi keras yang serupa dari para pengguna yang mendeskripsikan model ini sebagai sesuatu yang tidak tergantikan. Saat itu, tekanan publik berhasil membuat OpenAI membatalkan rencana pensiun tersebut hanya dalam waktu 24 jam. Namun, kali ini penutupan tersebut tampaknya bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat, yang membuat banyak penggemar setianya merasa ditinggalkan oleh penyedia layanan.

Langkah OpenAI pensiunkan GPT-4o memicu reaksi keras dari ribuan pengguna setia (Photo: OpenAI, Gizmochina)
Langkah OpenAI pensiunkan GPT-4o memicu reaksi keras dari ribuan pengguna setia (Photo: OpenAI, Gizmochina)

Keterikatan Emosional Pengguna dan Ancaman Boikot

Bagi sebagian besar pengguna, GPT-4o dianggap lebih dari sekadar alat produktivitas. Media sosial kini dibanjiri dengan unggahan yang mengekspresikan kesedihan, bahkan beberapa pengguna menyamakan pensiunnya model ini dengan kehilangan seorang teman dekat. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional yang bisa terbentuk antara manusia dengan sistem kecerdasan buatan yang dirancang dengan pendekatan personalitas yang kuat.

Para pelanggan berbayar bahkan mulai menyuarakan ancaman untuk membatalkan langganan mereka sebagai bentuk protes. Beberapa pengguna di platform X secara terbuka menyatakan berhenti berlangganan dengan slogan yang cukup keras, menegaskan bahwa tanpa kehadiran GPT-4o, mereka tidak lagi melihat nilai tambah dari layanan ChatGPT Plus. Petisi yang dipelopori oleh Sophie Witt sejak April 2025 menjadi simbol perlawanan pengguna yang meminta OpenAI untuk melihat melampaui metrik performa semata dan mempertimbangkan aspek psikologis pengguna.

Kontroversi Hukum dan Tantangan Etika AI Emosional

Di balik popularitasnya yang tinggi di mata penggemar, langkah OpenAI pensiunkan GPT-4o juga dipengaruhi oleh berbagai tantangan hukum yang cukup serius. Setidaknya terdapat delapan gugatan hukum yang menuduh model ini memperburuk krisis kesehatan mental di kalangan pengguna tertentu. Klaim tersebut menyatakan bahwa nada bicara GPT-4o yang terlalu suportif dan afirmatif justru berkontribusi pada tindakan merugikan diri sendiri bagi pengguna yang rentan secara psikologis.

Kasus-kasus hukum ini menyoroti tantangan etika dalam menciptakan AI yang cerdas secara emosional. Ada garis tipis antara memberikan dukungan digital dengan menciptakan ketergantungan yang tidak sehat. OpenAI mengakui kompleksitas ini dalam laporan mereka, menyatakan bahwa masukan dari pengguna GPT-4o telah membantu mereka dalam membentuk arsitektur keamanan pada model-model yang lebih baru agar lebih berhati-hati dalam menangani interaksi yang sensitif.

Keputusan untuk memprioritaskan keamanan dan skalabilitas di atas nostalgia pengguna mencerminkan pergeseran strategi besar di industri AI. Perusahaan kini lebih memilih untuk membangun sistem yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan teknis daripada mempertahankan model yang meskipun dicintai, namun membawa risiko liabilitas yang tinggi. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi para pengembang teknologi mengenai risiko dan imbalan dari desain produk yang mengedepankan sisi emosional.

Di sisi lain industri, tekanan regulasi juga mulai menyasar pemain besar lainnya. Google dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi bagi pemilik situs web untuk keluar dari fitur AI Overviews menyusul tekanan dari regulator di Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa lanskap AI global sedang menuju ke arah pengaturan yang lebih ketat, baik dari sisi privasi data maupun dampak sosial dari konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Kisah pensiunnya GPT-4o memberikan gambaran nyata bahwa dalam dunia teknologi, kemajuan sering kali harus mengorbankan elemen-elemen yang memiliki nilai sentimental bagi pengguna. Bagi OpenAI, transisi ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa teknologi mereka tetap relevan dan aman untuk digunakan oleh masyarakat luas dalam jangka panjang. Meskipun bagi sebagian orang ini adalah akhir dari sebuah era, bagi industri kecerdasan buatan, ini adalah babak baru menuju sistem yang lebih matang dan terukur.