eMMC vs UFS: Kenapa Jenis Penyimpanan Lebih Ngaruh ke Performa HP daripada RAM
Banyak HP terasa lambat bukan karena RAM, tapi karena storage. Ini penjelasan ringan soal eMMC vs UFS yang relevan buat pemakaian harian.
Di beberapa tahun terakhir, angka RAM naik cepat. HP 8 GB sudah biasa, 12 GB bukan hal aneh. Tapi anehnya, keluhan soal HP lemot tidak ikut turun.
Ini bikin banyak pengguna terutama Gen Z bingung. Kalau RAM sudah besar, kenapa HP masih terasa berat? Jawabannya sering tersembunyi di satu baris kecil spesifikasi: jenis storage.
Storage itu “jalur hidup” semua aktivitas HP
Setiap aplikasi, foto, video, notifikasi, sampai animasi UI selalu keluar-masuk lewat storage. RAM hanya jadi tempat singgah sementara.
Kalau jalur ini sempit dan lambat, semua terasa tertahan. Mau RAM sebesar apa pun, datanya tetap harus lewat jalur yang sama.
Di sinilah perbedaan eMMC dan UFS mulai terasa, bukan di tes benchmark, tapi di kebiasaan harian.
eMMC: cukup buat dasar, tapi cepat kewalahan
eMMC adalah teknologi lama yang sebenarnya dirancang untuk kebutuhan sederhana. Cara kerjanya bergantian: baca atau tulis, tidak bisa barengan.
Masalahnya, HP modern jarang melakukan satu tugas saja. Saat kamu scroll media sosial, sistem juga sedang sinkronisasi, update aplikasi, backup foto, dan terima notifikasi.
Di kondisi seperti ini, eMMC mudah “antri panjang”. Efeknya terasa sebagai lag kecil yang sering, bukan lag besar sekali dua kali.
Kenapa eMMC sering terasa makin lambat seiring waktu
Banyak orang merasa HP eMMC “awal-awal oke, lalu turun drastis”. Ini bukan perasaan semata.
Seiring waktu, jumlah aplikasi bertambah, ukuran data membengkak, dan sistem operasi makin kompleks. Beban ke storage meningkat, tapi kemampuan eMMC tidak ikut naik.
Akhirnya, setiap aktivitas kecil terasa lebih berat. Bukan karena HP rusak, tapi karena storage-nya sudah bekerja di batasnya hampir setiap waktu.
UFS: bukan cuma cepat, tapi lebih siap untuk HP modern
UFS dirancang untuk kondisi multitasking seperti sekarang. Ia bisa membaca dan menulis data bersamaan, sambil mengatur prioritas proses.
Hasilnya terasa lebih “halus”. Bukan cuma soal buka aplikasi cepat, tapi transisi antar aktivitas lebih konsisten. Jarang ada jeda aneh saat berpindah aplikasi.
Karena tugas selesai lebih cepat, sistem juga tidak bekerja terlalu lama. Ini berdampak ke efisiensi daya dan kestabilan jangka panjang.
Kenapa UFS lebih terasa bedanya di pemakaian harian
Perbedaan eMMC dan UFS paling terasa saat banyak hal terjadi sekaligus.
Misalnya saat kamu:
- update aplikasi sambil balas chat
- buka kamera ketika notifikasi masuk
- pindah game ke aplikasi lain lalu balik lagi
Di eMMC, momen-momen ini sering jadi titik lag. Di UFS, sistem lebih jarang tersendat karena jalur datanya tidak saling menunggu.
Cara baca spesifikasi dengan lebih cerdas
Kalau hanya lihat RAM, kita gampang terkecoh. RAM besar memang kelihatan meyakinkan, tapi tanpa storage yang memadai, manfaatnya tidak maksimal.
Biasakan cek jenis storage. Kalau tidak ditulis jelas, itu sinyal waspada. Di kelas harga tertentu, eMMC sering “disamarkan” karena tidak menarik untuk dipromosikan.
Pegangan sederhananya tetap sama: storage cepat bikin HP terasa cepat, storage lambat bikin RAM besar jadi sekadar angka.