Dynabook Masuk Era Laptop Snapdragon lewat XD5, Fokus Mobilitas dengan Baterai hingga 28 Jam
Dynabook XD5 resmi meluncur di Jepang sebagai laptop Snapdragon super ringan, mengusung baterai hingga 28 jam dan dukungan AI on-device.
Dynabook resmi memasuki era laptop berbasis Snapdragon dengan meluncurkan Dynabook XD5 di Jepang. Perangkat ini menjadi laptop pertama Dynabook yang mengandalkan arsitektur ARM, dengan fokus utama pada mobilitas tinggi, efisiensi daya, dan kesiapan komputasi berbasis AI.
Peluncuran Dynabook XD5 menandai langkah baru Dynabook dalam merespons tren laptop hemat daya yang semakin berkembang. Tanpa peluncuran besar-besaran, kehadiran model ini menjadi sinyal bahwa persaingan laptop ARM kini tidak hanya didominasi merek tertentu, tetapi mulai diadopsi oleh produsen PC yang lebih mapan.
Mengandalkan Snapdragon X Plus
Dynabook XD5 ditenagai Qualcomm Snapdragon X Plus X1P-42-100 dengan delapan inti dan kecepatan boost hingga 3,4 GHz. Prosesor ini dirancang untuk menyeimbangkan performa dan konsumsi daya, sekaligus mendukung kebutuhan komputasi modern berbasis kecerdasan buatan.
Chip tersebut dilengkapi Neural Processing Unit dengan kemampuan hingga 45 TOPS, memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat tanpa bergantung pada koneksi internet. Pendekatan ini menempatkan XD5 sebagai laptop yang siap untuk fitur AI generasi terbaru di tingkat sistem dan aplikasi.
Konfigurasi memori dan penyimpanan
Untuk menunjang kinerja, Dynabook XD5 hadir dengan RAM 16 GB serta SSD 512 GB. Konfigurasi ini disiapkan untuk kebutuhan produktivitas seperti pengolahan dokumen, multitasking, hingga penggunaan aplikasi kreatif ringan.
Dynabook hanya menawarkan satu varian konfigurasi untuk XD5 di pasar Jepang, menegaskan fokusnya pada segmen profesional yang mengutamakan kestabilan dan konsistensi performa.
Desain sangat ringan untuk mobilitas
Salah satu keunggulan utama Dynabook XD5 terletak pada bobotnya. Laptop ini memiliki berat sekitar 974 gram, menjadikannya salah satu laptop 14 inci paling ringan di kelasnya. Dimensi bodinya tercatat sekitar 312,4 x 222,5 x 18,7–18,9 mm, tetap tipis tanpa mengorbankan kelengkapan port.
Pendekatan desain ini menyasar pengguna dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan perangkat praktis untuk dibawa bekerja sepanjang hari, baik di dalam maupun luar ruangan.
Layar 14 inci rasio produktivitas
Dynabook XD5 dibekali layar 14 inci beresolusi 1920 x 1200 piksel dengan rasio aspek 16:10. Panel LCD TFT tersebut memberikan ruang kerja vertikal yang lebih luas dibanding layar Full HD konvensional.
Meski belum menggunakan panel OLED, layar ini dirancang untuk kebutuhan produktivitas seperti mengetik, browsing, dan konsumsi konten video, dengan keseimbangan antara kualitas tampilan dan efisiensi daya.
Baterai tahan lama dan mudah diganti
Keunggulan lain dari Dynabook XD5 adalah daya tahan baterainya. Laptop ini diklaim mampu bertahan hingga 28 jam dalam kondisi idle dan sekitar 16 jam untuk pemutaran video. Angka ini menegaskan kelebihan arsitektur ARM dalam efisiensi energi.
Menariknya, Dynabook masih mempertahankan baterai lithium polimer yang dapat diganti pengguna, fitur yang kini semakin jarang ditemukan pada laptop tipis modern. Pendekatan ini memberi nilai tambah dari sisi perawatan dan umur pakai perangkat.
Konektivitas dan fitur pendukung
Dynabook XD5 dilengkapi dua port USB4, dua port USB-A 5 Gbps, HDMI 2.1, Ethernet 1GbE, pembaca kartu microSD, serta jack audio 3,5 mm. Untuk koneksi nirkabel, laptop ini sudah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.
Dari sisi perangkat lunak, XD5 mendukung Dolby Atmos, fitur integrasi Dynabook Smartphone Connection, serta penutup webcam fisik untuk menjaga privasi.
Harga dan ketersediaan
Dynabook XD5 dipasarkan di Jepang dengan harga sekitar 219.780 yen atau setara Rp23 jutaan untuk satu-satunya varian yang tersedia. Hingga saat ini, Dynabook belum mengumumkan rencana distribusi global untuk model ini.
Kehadiran Dynabook XD5 memperlihatkan keseriusan Dynabook mengadopsi platform Snapdragon. Dengan bobot ringan, baterai tahan lama, dan dukungan AI on-device, laptop ini memperluas pilihan perangkat ARM bagi pengguna profesional yang mengutamakan efisiensi dan mobilitas tinggi.