Dimensity 7300 vs Snapdragon 7 Gen 3, Mana Lebih Unggul dari Performa hingga Multimedia
Dimensity 7300 dan Snapdragon 7 Gen 3 sama-sama chipset 4 nm kelas menengah. Berikut perbandingan arsitektur, GPU, 5G, multimedia, dan benchmark.
Dimensity 7300 dan Snapdragon 7 Gen 3 berada di segmen yang sama, yakni chipset kelas menengah dengan dukungan 5G dan proses fabrikasi modern. Keduanya sama-sama dirancang untuk ponsel dengan fokus performa seimbang, efisiensi daya, dan fitur multimedia yang semakin lengkap. Meski demikian, pendekatan teknis yang digunakan MediaTek dan Qualcomm pada dua chipset ini menunjukkan perbedaan karakter yang cukup jelas.
Snapdragon 7 Gen 3 lebih dulu hadir dan sejak awal diposisikan sebagai chipset kelas menengah atas. Sementara Dimensity 7300 datang sebagai opsi yang lebih baru, dengan fokus pada efisiensi dan penyempurnaan dari lini sebelumnya. Perbandingan berikut membahas posisi masing-masing secara langsung, tanpa menempatkan salah satunya sebagai pilihan mutlak.
Arsitektur CPU dan konfigurasi inti
Perbedaan paling mencolok terlihat dari desain CPU. Snapdragon 7 Gen 3 menggunakan konfigurasi 1+3+4, dengan satu core utama berbasis Cortex A715 berkecepatan hingga 2,63 GHz. Pendekatan ini memungkinkan satu inti bekerja pada frekuensi tinggi untuk beban berat, sementara tiga core performa lainnya dan empat core efisiensi menangani tugas paralel.
Dimensity 7300 memilih pendekatan yang lebih konvensional dengan konfigurasi 4+4. Chipset ini mengandalkan empat core Cortex A78 dengan kecepatan hingga 2,5 GHz sebagai inti performa, serta empat core Cortex A55 untuk efisiensi. Secara arsitektur, desain ini lebih sederhana, namun tetap konsisten untuk beban kerja harian.
Dalam praktiknya, Snapdragon 7 Gen 3 lebih unggul dalam skenario single-core dan beban berat jangka pendek. Dimensity 7300 cenderung menawarkan performa yang lebih rata dan stabil, terutama untuk penggunaan berkelanjutan.
GPU dan kemampuan grafis
Di sektor grafis, Dimensity 7300 menggunakan GPU Mali G615 MP2 dengan frekuensi lebih tinggi. Secara angka mentah, frekuensi ini terlihat menjanjikan, terutama untuk game ringan hingga menengah.
Namun Snapdragon 7 Gen 3 membawa GPU Adreno 720 yang secara arsitektur memiliki keunggulan dalam jumlah unit pemrosesan grafis. Hal ini berdampak pada kemampuan shading dan komputasi grafis yang lebih kuat, terutama pada game dengan efek visual kompleks.
Secara umum, GPU Adreno pada Snapdragon 7 Gen 3 lebih konsisten dalam menjaga stabilitas frame rate. GPU Mali pada Dimensity 7300 unggul dari sisi efisiensi, tetapi performa puncaknya masih berada di bawah solusi Qualcomm.
Dukungan jaringan dan konektivitas
Keduanya telah mendukung jaringan 5G multi-mode dengan kompatibilitas Sub-6 GHz. Snapdragon 7 Gen 3 mengandalkan modem Snapdragon X63 dengan kecepatan unduh hingga 5 Gbps, angka yang cukup tinggi untuk kelas menengah.
Dimensity 7300 juga membawa modem 5G terintegrasi, namun kecepatan unduh maksimumnya berada di bawah Snapdragon 7 Gen 3. Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan ini mungkin tidak selalu terasa, tetapi secara spesifikasi Qualcomm masih unggul dalam sektor konektivitas.
Untuk penggunaan jangka panjang dan potensi jaringan di masa depan, Snapdragon 7 Gen 3 menawarkan ruang lebih luas dari sisi throughput.
Multimedia dan kemampuan kamera
Pada sektor kamera, kedua chipset mendukung sensor hingga 200 MP, yang memberi fleksibilitas besar bagi produsen ponsel. Kemampuan pemrosesan gambar juga sudah cukup mumpuni untuk fotografi kelas menengah saat ini.
Perbedaan mulai terasa pada sisi tampilan dan video. Snapdragon 7 Gen 3 mendukung resolusi layar lebih tinggi serta perekaman video hingga 4K pada frame rate yang lebih tinggi. Dimensity 7300 masih membatasi dukungan perekaman di 4K pada 30 fps.
Untuk pengguna yang mengutamakan konsumsi multimedia dan perekaman video, Snapdragon 7 Gen 3 memiliki keunggulan yang lebih jelas. Dimensity 7300 tetap memadai, tetapi fokusnya lebih pada keseimbangan fitur dan efisiensi.
Performa sintetis dan benchmark
Dalam pengujian benchmark sintetis, Snapdragon 7 Gen 3 secara konsisten mencatat skor lebih tinggi. Pada AnTuTu v10, chipset ini berada di atas 800 ribu poin, sementara Dimensity 7300 berada di kisaran 670 ribuan.
Perbedaan serupa juga terlihat pada Geekbench dan pengujian GPU compute. Snapdragon 7 Gen 3 unggul baik di performa CPU single-core maupun GPU. Dimensity 7300 masih berada di kelas menengah yang kompetitif, tetapi jelas satu tingkat di bawah dari sisi angka mentah.
Benchmark ini mencerminkan karakter masing-masing chipset: Snapdragon 7 Gen 3 mengejar performa maksimum, sedangkan Dimensity 7300 lebih menitikberatkan efisiensi dan konsistensi.
Posisi di pasar dan karakter penggunaan
Dimensity 7300 umumnya digunakan pada ponsel menengah yang menekankan efisiensi daya dan harga yang lebih terjangkau. Chipset ini cocok untuk pengguna yang menginginkan performa stabil tanpa fokus pada angka tertinggi.
Snapdragon 7 Gen 3 lebih sering dipilih oleh produsen yang ingin menawarkan performa kelas menengah atas, dengan kemampuan gaming dan multimedia yang lebih luas. Hal ini tercermin dari spesifikasi dan skor benchmark yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, Dimensity 7300 dan Snapdragon 7 Gen 3 berada di kelas yang sama, tetapi dengan orientasi berbeda. Snapdragon 7 Gen 3 unggul dari sisi performa mentah dan fitur lanjutan, sementara Dimensity 7300 menawarkan pendekatan yang lebih efisien dan seimbang untuk penggunaan sehari-hari.